Aksi Tolak Kedatangan Bush
Tak ada lagi suara-suara kritik atas nasib kasus Lapindo. Tak nampak lagi cahaya obor yang selalu menyoroti gelapnya penuntasan kasus-kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Tak berseliweran lagi polisi-polisi moral yang rajin menggaruk penyakit-penyakit masyarakat (baca : tebang pilih penyakit masyarakat tertentu).
Senyap. Mahasiswa, berbagai organisasi masyarakat dengan aneka jalur tujuannya serta sejumlah aktor yang getol "berpromosi" sebagai pejuang kepentingan bangsa seolah lenyap. Berbagai gerakan pemulihan moral pun menghilang. Hengkang dari gudang persoalan dalam negeri yang sekarat, membusuk, berbau anyir dan dipenuhi belatung manipulasi.
George Walker Bush Jr. Anak-anak bangsa tengah demam Bush Jr, Presiden US. Mereka seperti kecanduan untuk memprotes kedatangan Bush di bumi pertiwi. Hampir di setiap sudut kota bermunculan aksi menolak kedatangan Bush. Berbagai bentuk protes pun mewarnai aksi penolakan. Mulai dari bentuk protes yang elegan sampai cara penolakan yang murahan, bahkan terkesan menjijikkan (untuk standar manusia yang beradab).
Tamu adalah raja. Ajaran yang sudah kita terima semasa di bangku Sekolah Dasar itu nampaknya tak berlaku lagi. Saat ini, ajaran bapak ibu guru itu bisa saja menjadi "Tamu adalah orang yang menyenangkan". Ya, apabila tak menyenangkan, sah-sah saja dicaci, dilecehkan, bahkan wajar untuk dicincang dan dicabut nyawanya.
Begitu pun Bush. Terlepas dari semua keburukan yang pernah dilakukannya, Bush tetaplah tamu negara. Namun karena "keburukannya" yang tidak menyenangkan itu, anak-anak bangsa ini seolah lupa diri. Ajaran bapak ibu guru SD benar-benar di"kandangkan". Sebagai tamu, Bush tak layak diterima dengan baik. Namun lebih cocok disambut dengan ancaman dan makian.
Mari kita tengok beberapa fenomena tren aksi penolakan Bush dengan gaya santai.
1. Aksi demonstrasi mahasiswa
- di Solo, ada tulisan "Ganyang Amerika Serikat"
Benarkah? Lebih baik kita berkaca pada diri sendiri. Menempatkan diri untuk mempunyai kemampuan yang sejajar dengan India saja belum mampu, kok mau mengganyang US. Lagian apa hubungannya US dengan kejahatan yang dilakukan Bush?
- di berbagai kota, mahasiswa mengaanggap pemerintah terlalu berlebihan dan telah melkukan pemborosan dalam menyambut kedatangan Bush
Kita saja menyingkirkan pepatah "Tamu adalah Raja" kok. Kalo pengamanan tak berlebihan, siapa yang menjamin keselamatan Bush? Lha wong belum datang saja sudah ancaman-ancaman ala barbar kok.
2. Aksi ormas-ormas Islam
- mem-fatwa-kan bahwa Bush adalah penghuni neraka jahanam.
Lha kok lucu ya? Trus bagaimana dengan aksi santet Ki gendeng pamungkas? Bukankah itu betul-betul musyrik? Kok perbuatan yang jelas 100% menyimpang dari ajaran Islam malah dibiarkan??
- meragukan kemampuan pemerintah RI dalam bernegosiasi dengan US lha kapan negara ini bisa maju? Setiap pemimpin selalu dipandang sinis. Harusnya di-support kan?
3. Aksi lain
Aksi lain nampaknya cukup terbilang elegan. Meski tidak menyukai tindakan-tindakan Bush, mereka tidak menolak kedatangan Bush. Bagi mereka, pertemuan Bush-SBY merupakan moment berharga untuk mempererat persahabatan antar negara dan menyampaikan kritik-kritik membangun kepada Bush.
Wahh, betul-betul kunjungan Mr Bush ini sangat fenomenal. Popularitasnya jauh melebihi tayangan EMPAT MATAnya Thukul Arwana di TV7, hehehehe
Salam.....
Main Menu
Affiliates
Advertisers
grafx factory Digital Design
Jotosan Jakarta - Resources and Services for Expatriates in Indonesia

interact
Suara Anda
Apakah sepak terjang Bush bisa mengamini aksi boikot produk USA?
Ya, karena Bush me representasikan mental dan pola pikir bangsa USA
Tidak, karena sepak terjang Bush sangat berbeda dengan sifat bangsa USA
Tidak tahu


View results
discuss